Osteomyelitis: Gejala dan Tanda

Pada anak-anak, jenis tulang panjang, seperti femur, tibia, dan humerus, adalah tempat yang sering terkena. Gejala yang sering muncul pada area tersebut adalah demam, nyeri tulang, bengkak, dan kemerahan.[1] Namun, didapatkan pula laporan pasien yang mengalami osteomyelitis setelah trauma tetapi tidak menampilkan adanya gejala demam dan gejala radang lainnya.[15]

Ketidakmampuan untuk menyokong berat tubuh dan pergerakan asimetris pada ekstremitas seringkali merupakan tanda awal pada neonatus dan balita.[1]

Pada pemeriksaan fisik, pembengkakan fokal yang sangat nyeri adalah tanda kardinal peradangan yang sering muncul. Pada pasien yang kooperatif, seorang klinisi dapat menentukan titik fokal peradangan pada tulang yang terkena. Baik draining sinus maupun deformitas tulang jarang terjadi pada tahap akut. Namun, adanya gejala ini dapat menunjukkan proses infeksi subakut atau kronis. Gerakan sendi yang terkena menjadi terbatas karena terjadinya peradangan jaringan lunak sekitarnya. Selulitis, abses subkutan, fraktur, dan tumor tulang harus dipertimbangkan sebagai diagnosis banding. Pada neonatus dan bayi dimana osteomyelitis disertai pseudoparalisis, perlu pula dipertimbangkan adanya penyakit sistem saraf pusat (contohnya, poliomyelitis), perdarahan otak, trauma, scurvy, dan child abuse.[1]

Gambaran klinis osteomyelitis berbeda pada tahap akut, subakut, atau kronik. Pada osteomyelitis akut, keluhan yang muncul biasanya nyeri lokal, bengkak dan hangat. Seringkali disertai pula dengan demam dan malaise. Pemeriksaan klinis menemukan adanya pireksia, eritema lokal, dan tenderness. Pemeriksaan laboratorium secara khas menunjukkan leukositosis dan peningkatan C-reactive protein (CRP) maupun laju endap darah (LED).[2]

Pada osteomyelitis pasca trauma, gejala dapat timbul 1 minggu hingga 3 bulan setelah cedera. Gejala sistemik berat tidak didapati. Selain itu, didapatkan pula osteomyelitis vertebrae. Gejalanya seperti nyeri pinggang, terbatasnya range of motion (ROM) tulang belakang, dan spasme otot paraspinal. Didapatkan pula tenderness pada palpasi processus spinalis. Lebih sering terjadi pada bagian lumbal daripada torakal maupun servikal. Namun, insidensi paralisis lebih tinggi jika mengenai bagian torakal atau servikal.[2]

Tidak seperti osteomyelitis akut, osteomyelitis kronis tidak menampilkan gejala konstitusi akut. Gambaran klinis lainnya dapat berupa discharging sinus jangka panjang atau nyeri tulang kronis yang persisten terhadap pengobatan. Pasien juga dapat mengalami eksaserbasi akut dan biasanya terdapat riwayat ostomyelitis akut. Dapat pula terjadi nyeri dalam, terutama pada abses Brodie. Pada osteomyelitis yang terjadi setelah lepas/geser sendi, gejala utama adalah nyeri berulang.[3]

Pemeriksaan fisik menunjukkan tenderness tulang dan mungkin pula bengkak dan kemerahan. Pada pemeriksaan laboratorium, hitung darah lengkap menunjukkan leukositosis dan peningkatan LED. Kultur darah dapat membantu mencari organisme penyebabnya. Hasil pemeriksaan biopsi dan kultur dapat positif adanya organisme tersebut. Lesi kulit dengan traktus sinus (contohnya terowongan lesi di bawah jaringan) menghasilkan pus yang dapat dikultur.[3]

Sedangkan gejala pada osteomyelitis subakut adalah nyeri lokal ringan hingga sedang. Nyeri adalah keluhan yang paling konsisten pada kebanyakan pasien dan di saat periode aktifitas yang tidak biasanya dilakukan. Nyeri saat malam hari yang dapat diredakan dengan aspirin seringkali dilaporkan. Minimalnya kehilangan fungsional alat gerak (seringkali ekstremitas bawah) adalah gejala umum lainnya yang tidak disertai riwayat toksisitas sistemik.[4]

Pada pemeriksaan fisik , tenderness lokal kadang-kadang hanya disertai rasa hangat, kemerahan, dan pembengkakan jaringan lunak yang disertai tulang subkutan. Temuan ini meningkat seiring dengan aktifitas. Nyeri dapat terjadi dengan menggerakkan sendi sekitarnya dan beberapa pasien dapat mengalami efusi sendi tetapi nyeri dan efusi biasanya ringan. Otot di sekitarnya kadang-kadang mengalami wasting.[4]

  • Twitter
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Technorati
  • Reddit
  • Yahoo Buzz
  • StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose