Tinjauan Aspek Pasar dan Pemasaran dalam Studi Kelayakan Usaha

Pasar adalah sasaran pemasaran, sedangkan pemasaran adalah kumpulan aspek yang menentukan jumlah penjualan.

Dalam melakukan tinjauan terhadap aspek pasar dan pemasaran, Anda perlu bertanya kepada beberapa ahli yang mungkin dapat membantu, beberapa kenalan yang bekerja sebagai manajer pemasaran, atau pelaku bisnis yang sudah ada. Dapat pula dengan melakukan survei pasar dengan menggunakan kuesioner atau metode lainnya.

Pasar terbagi atas pembeli (end-user) dan pelanggan (customer). Untuk mempermudah pemahaman, misalnya kita sedang ingin membuat studikelayakan usaha suatu klinik bersalin. Pembeli dalam hal ini dapat wanita 12-55 tahun golongan menengah dan balita sakit. Sedangkan pelanggan dapat ditargetkan ibu hamil 18-35 tahun golongan menengah dan balita yang imunisasi.

Mengapa demikian? Seorang ibu hamil dapat diperkirakan akan datang berkali-kali selama 9 bulan untuk kontrol kehamilannya. Demikian pula dengan balita yang imunisasi karena imunisasi dasar terakhir, yaitu campak, dilakukan di bulan ke-9, sebelum itu, balita akan diimunisasi hampir setiap bulan. Sedangkan balita sakit, misalnya, diperkirakan tidak pasti datang rutin, yaitu hanya jika sakit.

Kemudian, dalam aspek ini, Anda juga harus menjawab pernyataan “Apa yang diinginkan oleh pasar?”. Dalam kasus klinik bersalin, contohnya:

  1. Ramah, informatif dan aman
  2. Nyaman seperti di rumah (privasi)
  3. Biaya Rp 30 ribu s/d 1 juta (sesuai golongan menengah yang merupakan target pasar yang disebutkan dalam contoh di atas)

Setelah menentukan pasar, selanjutnya adalah meninjau aspek pemasaran. Ada 2 jenis data yang diperlukan, yaitu data umum dan khusus.

Data umum meliputi data-data demografi lokal, seperti tingkat penghasilan dan konsumerisme, tingkat pendidikan, dan kesukuan. Data tingkat penghasilan dapat diambil dari data dari kelurahan setempat tentang Keluarga Sejahtera, yaitu Pra KS, KS I, KS II, KS III, dan KS III+. Demikian pula dengan tingkat pendidikan. Konsumerisme dan faktor kesukuan dapat dengan menggunakan survei pasar atau sekedar hasil pengamatan kita saja (kurang akurat).

Data khusus merujuk pada persaingan atau kompetisi lokal. Lihat kemungkinan kompetitor usaha secara langsung (misalnya, bidan lain, spesialis kandungan, dukun beranak) dan tidak langsung (misalnya, dokter umum, mantri). Gunakan hasil analisis SWOT untuk mempermudah analisis kompetitor ini. Apa kemungkinan respon mereka terhadap adanya usaha Anda? Apa perbedaan utama produk/layanan Anda dibandingkan mereka?

Berikutnya, tentukan targeting dan positioning. Untuk memudahkan pemahaman, saya langsung berikan contoh sesuai dengan klinik bersalin. Targeting, misalkan, wanita 18-35 tahun golongan menengah. Sedangkan positioning, misalkan, klinik 24 jam untuk persalinan normal. Dapat dilihat bahwa targeting merujuk pada spesifikasi pasar yang ingin ‘dimenangkan’ dari kompetitor, sedangkan positioning adalah spesifikasi usaha Anda yang membedakannya dari kompetitor.

Dalam aspek ini, juga penting untuk memperhatikan bauran pemasaran.

  • Twitter
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Technorati
  • Reddit
  • Yahoo Buzz
  • StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose