Utama

3 Alasan Kenapa Semua Orang Perlu Belajar R

R paling sedikit dibenci coder dan mudah cari solusi saat mentok

Pada tanggal 31 Oktober 2017, StackOverflow merilis artikel di blog-nya berjudul What are the Most Disliked Programming Languages?

Sumber: Robinson D. (2017)

Ternyata R paling sedikit dibenci coder. Perhitungannya didapat dengan membandingkan antara jumlah like dan dislike. Jadi, ini tidak berarti sama dengan popularitas. Maknanya untuk Anda: sekali mengenal R, kemungkinan mentok relatif lebih sedikit, dibandingkan dengan yang lain. Dari pengalaman saya pribadi, yang lain itu adalah Python. Keduanya memang kerap digunakan, terutama dalam machine learning

Perlu Anda ketahui, StackOverflow adalah situs penyedia layanan forum gratis, ibarat Kaskus kalau di Indonesia. Situs ini tempat banyak coder bertanya saat mentok. Di situs ini, pengunjung terdaftar bisa menaikkan jawaban yang dianggap paling membantu, sehingga jawaban bagus tidak tenggelam dengan jawaban yang nggak jelas, seperti ‘mantap’, ‘mantul gan‘, ‘up up‘, ‘sundul gan‘, dan seterusnya.

Sumber: Robinson D. (2017)

Tentu saja, jika orang kesehatan dan orang komputer dibandingkan di StackOverflow (ingat, ini tempat coder bertanya), jelas akan lebih banyak orang komputer. Itu sebabnya R tidak populer bagi orang komputer yang banyak bekerja di industri elektronik ataupun teknologi lainnya di US atau UK. Sebaliknya, paling tidak di 2 negara itu, R banyak di pakai oleh orang akademik dan kesehatan. Mudah ditebak, karena pengembang R adalah orang biostatistik.

Namun, dengan modal sedikit orang itu, sangat mengejutkan pertumbuhan R itu paling dekat dengan Python. Lihat grafik di bawah. Makin ke kanan, makin banyak rerata pengunjung dalam 2 tahun. Makin ke atas, makin besar penambahan tahunan. Sebelah kanan atas adalah posisi terbaik.

Sumber: Robinson D. (2017)

Perlu juga Anda ketahui, Python itu tidak hanya analisis data. Itulah sebabnya, jika Anda mentok di Python, maka jawabannya sangat bervariasi kalau mencari jawaban di internet. Sebaliknya, karena R fokus pada analisis data saja, khususnya uji statistik, visualisasi data, dan machine learning, maka jawabannya akan seragam. Dari pengalaman saya pribadi, ketika mentok dan mencari solusi di Google dengan kata kunci ‘how to bla bla bla in R‘, maka kebanyakan jawaban (a.k.a. hasil pencarian), langsung sesuai dengan apa yang saya maksud. Apalagi kalau Anda tambah dengan kata StackOverflow, akan lebih mudah mencari jawaban yang mantap, bukan komentar nggak jelas ‘mantap gan‘.

Pola cari jawaban saat mentok: ‘how to … in r stackoverflow’

Dari gambar di atas, Anda bahkan bisa memilih berdasarkan judul, tanpa membaca isinya. Persis seperti saat Anda sembarang nge-share link di medsos 😀

Jawaban yang mantap akan di-up oleh pengguna terdaftar (angka 69 di kiri bawah).

Sekali Anda terbiasa cari jawaban saat mentok di R, maka pasti akan sulit berpisah dengan R. Syaratnya, ya harus pakai bahasa Inggris. Ga perlu lulus TOEFL atau IELTS, cukup biasa membaca dalam bahasa Inggris. Kalau salah ketik, Google sudah paham kok.

Kalau Anda perhatikan, grafik-grafik di atas itu mirip gaya selingkungnya. Itu karena grafik tersebut dibuat dengan R. Inilah alasan kedua kenapa semua orang perlu R.

Silakan lanjut ke halaman berikutnya.