Utama

Menguji kebenaran sebuah pernyataan di era data raksasa

Prinsip #3: Contingency

Contingency pada dasarnya adalah sikap bahwa tidak ada yang benar ataupun salah 100%. Setiap pernyataan dari seseorang kadang benar kadang salah, bahkan di bidang keahlian dia sendiri. Prinsip ini juga meyakinkan Anda bahwa tidak ada jaminan Anda akan benar menyimpulkan suatu pernyataan jika menggunakan ketiga prinsip ini sendiri. Dengan prinsip ini, kita akan selalu awas dengan segala kesimpulan kita sendiri. Hanya dengan terus berpikir, kita tidak tertipu, atau setidaknya tidak selalu tertipu. Berpikir artinya menilai setiap pernyataan atau kejadian dengan kriteria yang selalu disesuaikan dengan situasi dan kondisinya, tidak pernah tetap. Meskipun demikian, prinsip ABC-nya (Apriorism, Bayesianism, Contingency) akan selalu sama.

Setelah menghitung atau memperkirakan posterior probability, maka kita perlu menilainya untuk 2 kemungkinan Bayesian berikut:

  1. Unsur 1 ya dan unsur 2 ya
  2. Unsur 1 tidak dan unsur 2 ya

Ingat, dugaan kita pada prinsip apriorism adalah:

  • Unsur 1 ya … unsur 2 ya

Maka, kita harus menghitung berapa posterior probability dugaan ini dan dibandingkan dengan dugaan sebaliknya:

  • Unsur 1 tidak … unsur 2 ya

Pada dasarnya, kita memperkirakan peluang unsur 2 ya jika unsur 1 ya, dibandingkan dengan peluang unsur 2 ya jika unsur 1 tidak. Namun, untuk mengetahuinya, kita menggunakan peluang awal (prior probability) unsur 2 tanpa memperhitungkan unsur 1. Kita bisa tulis lagi agar mudah memahaminya:

  1. Peluang unsur 2 ya jika unsur 1 ya
  2. Peluang unsur 2 ya jika unsur 1 tidak

Pertama, kita hitung peluang unsur 1 ya jika unsur 2 ya, dan peluang unsur 1 ya jika unsur 2 tidak. Perhatikan bahwa dua peluang ini terbalik dari dua peluang di atas:

  1. Peluang unsur 1 ya jika unsur 2 ya
  2. Peluang unsur 1 ya jika unsur 2 tidak

Masing-masing peluang ini kita kalikan dengan peluang berikut secara berturut-turut:

  1. Peluang 1 di atas dikalikan peluang unsur 2 ya (prior probability)
  2. Peluang 2 di atas dikalikan peluang unsur 2 tidak (prior probability)

Sekarang, dua peluang terakhir kita sebut P1 dan P2, maka peluang terjadinya dugaan kita:

  • Dugaan: Unsur 1 ya … unsur 2 ya
  • Peluangnya = P1 ÷ ( P1 + P2 )

Peluang ini kita bandingkan dengan peluang sebaliknya. Caranya, semua proses di atas kita balik dengan menggunakan unsur 2 tidak (lihat Contoh #1). Jika peluang dugaan kita lebih besar dari peluang sebaliknya (posterior probability-nya), maka dugaan kita lebih mungkin untuk menjadi benar.

Anda bisa lihat disini bahwa tetap ada peluang untuk terjadi sebaliknya. Meski dapat terjadi 100% dugaan Anda benar secara matematika, kenyataannya tidak pernah bisa 100%. Inilah prinsip contingency.

Silakan lanjut ke halaman berikutnya.